Jumat, 13 April 2012

Penyakit pada babi dan Pengobatannya


Penyakit pada babi dan pengobatannya
Berbagai penyakit yang biasa diderita ternak babi antara lain : 
1. Penyakit kekurangan vitamin A.
Gejala-gejala defisiensi vitamin
a. Pada anak babi
- Anak babi yang lahir masih di dalam kandungan mati, atau mati sesudah lahir.
- Pertumbuhan sangant lambat, atau terjadi pot-belly (perut besar).
- Anak-anak babi yang hidup, nafsu menyusunya sangat kurang, dan jalannya tidak normal.
- Anak babi yang lahir, bola matanya rudimeter atau buta.
             - Sering anak babi lahir sebelum waktunya (abortus).
b. Pada anak babi grower
- Terjadi hambatan pertumbuhan, dan di dalam waktu singkat ukuran kepala menjadi tidak normal (besar).
- Nafsu makan mundur, anak babi menjadi keras (kaku) dan Nampak seperti bersisik.
 c. Pada babi besar
Pada babi-babi yang besar gejalanya tidak begitu Nampak, namun demikian sering mengakibatkan gangguan seperti :
- Birahi tertunda atau sama sekali tidak terjadi birahi.
- Mudah terjadi peradangan pada perut (alat pencernaan).
Pencegahan
- Babi diberikan makanan hijauan.
- Diberikan vitamin A, dengan jalan injeksi intramuscular.
Catatan
Jika ternak babi terkena infeksi yang serius akibat dari parasit (cacing) atau pneumonia, maka cadangan vitamin A yang ada lekas habis terpakai atau boros.

2. Anemia
Anemi banyak diderita babi-babi kecil, sekitar umur antara 7 hari sampai 3 minggu

Penyebab 
  - Kekurangan mineral, terutama zat besi dan tembaga.
  - Anak babi menggigil kedinginan terus-menerus dan pada kondisi yang lembab.
  - Air susu babi kandungan zat besinya sangat rendah.

Gejala-gejala yang muncul:
  - Pucat, terutama pada daun telinga dan perut.
  - Kandang-kandang leher menjadi lebih besar.
  - Pernapasan cepat.
  - Pertumbuhan terganggu, kehilangan berat badan dan tidak lincah.
  - Babi banyak berbaring dan buang kotoran di sekitar tempat mereka berbaring.
  - Diare, kotoran abu-abu atau berwarna kuning keputih-putihan.

Cara Pencegahan
a.   Pada setiap hari, babi-babi yang dipiara di dalam kandang, perlu diberikan tanah atau batu bata yang bersih ke dalam kandang. Ini adalah cara yang paling mudah dilakukan dan murah juga.
b. Makanan untuk babi induk diberikan tambahan mineral yang mengandung zat besi dan tembaga.
c.   Berikan pada anak babi yang berumur 24 jam, tablet mineral yang berisikan zat besi dan cobalt. Pemberian tablet ini diulangi pada hari ke-7 atau ke-20. 
d.  Pada anak babi bisa diberikan larutan zat besi dan tembaga (iron-coper) yang terdiri dari 500 gram ferrosulphate, 75 gram coppersulphate dan 3 liter air.
e. Putting induk dilumasi dengan ferrosulphate 1,8% sebanyak 4 cc. Ferrosulphate tersebut dilarutkan pada cairan yang ditambahkan gula sebanyak 500 gram dan diberikan pada setiap hari.
f.  Di antara berbagai cara tersebut di atas, masih ada cara yang lebih praktis dan mudah dilakukan, yaitu dengan memberikan zat besi dalam bentuk “iron dextran” yang diinjeksikan sebanyak 100 mg pada hari ketiga sehabis babi itu lahir. Jika perlu pada tiga minggu kemudian, injeksi zat besi ini diulangi dengan dosis yang lebih kecil.

 Perlu diperhatikan!!!!
- Anemi yang akut dapat menimbulkan kematian dengan tiba-tiba.
- Sedangkan yang kronis bisa mengakibatkan babi menderita scours (mencret).
- Anak babi memerlukan suplai zat besi secara teratur guna membentuk haemoglobine. Pigmen yang Nampak sel darah merahnya merupakan bagian yang terpenting dalam mengangkut O2 (oxygen) ke seluruh jaringan tubuh. Keperluan zat besi tersebut bagi setiap ekor anak babi per hari adalah 7 mg, di mana air susu induk hanya bisa mensuplai 2 mg. Persediaan zat besi pada air susu induk yang jumlahnya kecil, berkisar 30 – 50 mg ini akan habis dalam waktu dua minggu. Dengan peristiwa ini maka anak babi akan menderita anemi, apabila mereka tidak diberikan tambahan zat besi. Dalam hal ini copper (zat tembaga) dan vitamin B12 juga penting.
     Karena pada setiap harinya, air susu induk hanya mengandung seperlima belas zat besi yang diperlukan anak babi, maka tidaklah mengherankan apabila anak babi yang kurang baik pemeliharaannya akan selalu menderita anemi. Itulah sebabnya setiap anak babi selalu diberikan tambahan “iron dextran” seperti telah diutarakan di atas.
 
3. Scours (mencret) 
Scours adalah suatu gejala penyakit enteritis akibat adanya peradangan pada alat pencernaan atau ususScours banyak menyerang anak babi dan babi-babi muda.
    Penyebab
     Untuk mengetahui penyebab dan gejala penyakit ini, secara khusus dirasa sangat sulit. Sebab penyakit ini ada berbagai tipe. Namun demikian secara umum bisa dikemukakan di sini, bahwa yang mempercepat terjadinya scours ini antara lain :
         - Sanitasi kurang sempurna.
         - Babi selalu kedinginan, keadaan udara lembab, tanpa alas kandang.
         - Makanan yang kurang memenuhi syarat, kurang zat besi (anemi).
         - Babi banyak mengalami stress.
   Scours pada babi berdasarkan umur babi  dijelaskan dibawah:
 a. Babi yang berumur lebih dari tiga hari
   - Babi umur tiga hari yang menderita scours tentu saja bukanlah akibat anemi, melainkan disebabkan karena mereka terlampau banyak air susu atau tanpa pembatasan dalam pemeberian air.
  - Banyak masalah semacam ini menimpa anak babi secara akut, tanpa terjadi scours tetapi tiba-tiba anak babi mati mendadak.
  - Mungkin karena pada waktu itu induk sedang birahi, sehingga sementara anak babi menderita scours.
b. Babi yang umurnya 3 minggu
    Scours yang menimpa pada anak babbi periode tersebut disebabkan karena :
  - Anemi, atau anak babi diberikan makanan yang kandungan serta kasarnya terlampau tinggi.
  - Anak babi kedinginan, kondisi lembab dan lantai tiada alas sedikit pun.
  - Pada saat itu induk sedang birahi.
     Birahi tenang
    Pada ternak babi sering terjadi apa yang disebut birahi tenang ( quiet heat) dimana babi tidak menunjukan tanda-tanda birahi yang bisa diamati. Perubahan hormonal pada susunan air susu sangat khas seperti yang terjadi pada induk yang mengalami birahi normal.
     Pada kondisi inilah yang  bisa mengakibatkan anak babi menderita diare.
c. Pada saat babi disapih
    Scours yang terjadi pada babi sapihan ini akibat pergantian makanan yang mendadak. Untuk mengatasi hal ini perlu diadakan persiapan terlebih dahulu, yaitu anak babi sapihan tadi demi sedikit dilatih untuk diberikan makanan grower.
d. Pada babi yang lebih besar, umur 14 minggu atau lebih
    Scours yang menimpa babi fae ini disebabkan oleh berbagai infeksi, misalnya cacing, salmonella, desentri.
     Berbagai tipe scours atau enteritis
1. Non-infections enteritis
          Jenis penyakit scours semacam ini ada berbagai macam sebab, antara lain produksi air susu induk yang terlampau tinggi, kekurangan vitamin-vitamin, anemi, perubahan temperatur yang sangan besar, perubahan ransum makanan secara tiba-tiba.  
     - Produksi susu yang terlampau banyak. 
      Ransum yang kandungan energinya terlampau tinggi dan diberikan kepada induk dalam jumlah yang berlebihan akan menimbulkan efek negative bagi anak-anaknya yang sedang disusui. Sebab pemberian ransum samacam itu selama seminggu menjelang dan sesudah melahirkan akan menimbulkan produksi susu induk menjadi terlampau banyak. Peristiwa ini akan berakibat kepada anak-anak yang sedang menyusui menjadi scours.Untuk mengatasi hal ini, maka sebaiknya pemberian ransum tersebut perlu diatur baik-baik. Yaitu dua tiga hari sebelum beranak sampai dengan satu minggu sesudah melahirkan , jumlah makanan yang diberikan harus dibatasi.
     - Kekurangan vitamin-vitamin
    Penderita scours bisa disebabkan pula akibat ransum makanan kekurangan vitamin-vitamin,  terutama vitamin B, A, dan E.  
      Hal ini bisa diatasi dengan menambahkan vitamin-vitamin tersebut dalam ransum makanan anak babi ataupun kepada ransum induk.
     - Anemi 
    Anak babi yang menderita anemi akan menjadi scours juga. Untuk mengatasi hal ini anda dapat melakukan hal yang telah diterangkan pada penyakit anemi diatas. 
     - Perubahan temperatur 
    Akibat adanya perubahan temperatur secara mendadak dan ekstrim yaitu terlampau tinggi atau rendah adalah merupakan salah satu faktor pula terjadinya scours, lebih-lebih bila kandang itu ventilasinya tidak sempurna.
     - Perubahan makanan yang tiba-tiba
  Perubahan ransum makanan anak babi yang terjadi secara mendadak akan mengakibatkan anak babi menderita diarhee (scours). Untuk mengatasi hal ini, pemberian ransum anak babi pada setiap fase bisa diatur seperti dijelaskan di atas.
2. Infectious enteritis
    a) Non-specifix enteritis
     Yaitu jenis penyakit enteritis yang disebabkan oleh berbagai jenis bakteri, yang  berjangkitan terutama akibat stress.
    b) Necrotic enteritis
        Jenis penyakit ini sering disebut “necro” yang penyebabnya bakteri salmonella.
        Penyakit ini banyak menyerang babi umur 2 – 6 bulan.
        Gejalanya
        -Kotoran berbau busuk, dan berwarna hitam keabu-abuan.
        -Kotoran sering bercampur dengan jaringan-jaringan usus yang telah lepas.
     c) Disentri
       Yaitu jenis penyakit enteritis yang infeksinya sudah serius. Kadang-kandang penyakit ini disebut “bloody” atau “black scours”. Penyebab penyakit ini ialah bakteri vibrio atau salmonella. Bakteri ini bisa ,mengakibatkan mencret berdarah yang sangat membahayakan atau bisa menimbulkan kematian.
     d) Transmissible Gastro Enteritis (TGE)
     Yaitu jenis penyakit enteritis yang disebabkan oleh virus. Yang bisa diserang oleh penyakit ini ialah babi segala umur. Babi-babi muda yang menderita penyakit TGE ini bisa mengalami kematian sampai 100%.
      Pencegahan dan pengobatan

- Menjaga kebersihan kandang dengan menggunakan desinfektan (Lysol, creolin) lantainya dan kandang selalu kering.
- Terhadap anak babi, selalu diberi alas dari rumput, brambut, serbuk gergaji, yang selalu diganti agar mereka tetap hangat dan bersih.
-  Makanan diberi TM 10, atau Aureomycin.

4. White scours (Mencret putih)
     Penyebab
     Escherichia coli, yaitu bakteri yang bisa masuk lewat tali pusat yang sakit. Dan biasanya babi kecil mudah menderita mencret puti akibat mereka kedinginan, lantai lembab, makanan induk jelek, atau anak babi terlampau banyak menyusu.
     Gejala
          - Kotoran merupakan cairan yang berwarna putih seperti kapur.
          - Tidak mau menyusu induk Nampak sangat lemah.
          - Kepala ditundukkan.
     Penyebab dan pengobatan
          - Kandang diusahakan selalalu kering dan hangat, latai diberi alas dan sering diganti, tidak sampai mejadi kotor ataupun basah akibat air kencing.
          - Makanan diberi tambahan aureomycin.
    Catatan : white scours biasanya diikuti penyakit anemi, TGE, Necro, disentri dan penyakit  lainnya.



5. Cholera


6. Agalactia

7. Brucellosis (Keguguran menular)

8. Pneumonia (Penyakit radang paru-paru)

9. Cacar (Swine Pox)

10. Erysipelas

11. Penyakit mulut dan kuku (Apthae Epizotticae = AE)

13. Anthrax (Radang limpa)

14. Tetanus

15. Footrot (Penyakit kuku busuk = Radang kuku)

16. TBC (Tuberculosis)

17. Penyakit cacing bulat (Ascarids = Roundworm)

18. Kudis (Scabies)


sumber :  http://budidayaternak.comxa.com



















     










     




















 

 
   







Tidak ada komentar: